"Sekarang dimana-mana sudah banyak pejual mobil bekas, jadi pembeli juga sudah banyak pilihan, makanya sekarang tidak sulit lagi jika calon konsumen ingin mencari mobil bekas," kata salah seorang penjual mobil bekas.
Hal yang sama juga dikatakan oleh pedagang mobil bekas lainnya, para pemilik showroom diwilayah bursa mobil bekas kemayoran, untuk tahun ini, rata-rata mereka hanya bisa menjual maksimal 5 unit mobil bekas dalam setiap bulannya, padahal tahun lalu, bisa menjual hingga 20 unit per bulan.
"Saya rasa munculnya mobil-mobil baru dengan harga yang cukup terjangkau, juga menjadi faktor penurunan penjualan mobil bekas saat ini," kata seorang pedagang, dengan penurunan penjualan, otomatis juga mempengaruhi omzet yang mereka terima. Pada tahun lalu, seorang pedagang mobil bekas, mengaku bisa mendapatkan omset hingga Rp 2 miliar perbulan, namun pada tahun ini hanya sekitar Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar dalam setiap bulannya.
Para pedagang mobil bekas berharap, pada pertengahan tahun nanti, penjualan mobil bekas bisa berangsur-angsur membaik sehingga bisnis jual-beli mobil bekas semacam ini bisa kembali menunjukan geliatnya, dipasar otomotif Indonesia.


No comments:
Post a Comment